[OneShoot] Heart For 2

Title : Heart For 2

Author : @Meeta1513

Genre : Romance,Friendship

Cast :

-Park Chanyeol (EXO)

-Choi Jian (Fiction)

-Jung Haena (Fiction)

Length : Oneshoot (2434 Words)

Heart

Mencintai seseorang itu seperti ketika kau memiliki rumah.Meskipun pada awalnya kau tidak suka,kau hanya berusaha tinggal,tapi pada akhirnya itulah tempat tinggalmu.Tempat dimana kau bisa membangun hidupmu.

“Chanyeol~ah.” Panggil seorang gadis berambut sebahu itu sambil melambaikan tangan.Pria yang di panggil itupun segera melesat menuju gadis berbaju santai dengan bandana cantik bertengger bak mahkota di kepalanya.

“Ah..jian..” dengan gesit pria itu mengalungkan tangannya di bahu gadis bernama Jian.Jian hanya tersenyum melihat tingkah Chanyeol.Pria itu,sepertinya memang tidak akan pernah berubah sampai kapanpun,bahkan Jian berani bertaruh tidak ada satu kebiasaanpun yang berubah dari seorang Chanyeol kecil hingga ia menjadi Chanyeol yang dewasa.

“Dimana Haena?”

“Aku di sini.” Spontan Chanyeol berbalik.Ia mendapati gadis itu sedang berdiri di belakangnya dengan wajah sumringah.Rambut panjangnya di ikat kuda,begitu sederhana.

Chanyeol melepaskan rangkulannya pada Jian,kini tangannya menuju pipi Haena,mencubitnya pelan.”Berhenti menjadi hantu,nona Haena.” Ujarnya geli sebelum tangannya bergerak menuju dahi Haena,memberikan jitakan ringan di sana.

Haena mendengus seraya memengang jidatnya.”Berhenti menjitakku,mencubit pipiku,mengomeliku,dan memasang wajah seperti itu,Park Chanyeol.” Haena menggandeng tangan Jian,kemudian membawanya pergi beberapa langkah dari sisi Chanyeol.Ia berbalik sebentar,melayangkan lidahnya yang terjulur kearah Chanyeol.Pria itu tertawa dan segera mengejar langkah kedua gadis itu,menyelinap di antara keduanya dengan kedua tangannya yang menggandeng masing-masing bahu.

***

Park Chanyeol.Choi Jian.Jung Haena.

Ketiganya memiliki marga yang berbeda,sifat yang berbeda,selera musik yang berbeda,cara berpakaian yang berbeda,dan hal-hal lain yang berbeda.Namun 10 tahun yang sudah berlalu adalah saksi bisu,bahwa perbedaan bukan masalah bagi mereka.Persahabatan yang di mulai sejak mereka masih di sekolah dasar itu nyatanya masih terus berlanjut hingga sekarang.

“Aish,Chanyeol~ya,berhenti mencubitku.aigoo..aaw..” Haena masih saja berusaha menghentikan tangan Chanyeol yang bermain di pipinya,sedangkan Chanyeol hanya tertawa garing menyaksikan Haena yang kesal.Ia begitu suka melihat Haena kesal,sebaliknya Haena begitu kesal melihat Chanyeol tertawa riang karena berhasil menjahilinya.

Jian menatap geli Chanyeol dan Haena secara bergantian.Ia senang melihat mereka bercanda,tapi terkadang ia juga kesal.Adakalanya dimana ia merasa di abaikan ketika Chanyeol dan Haena bercanda seperti itu.Chanyeol memang tidak pernah menjahili Jian,nyaris tidak pernah sama sekali.Ia selalu bersikap manis,seperti menggandengnya atau mengacak rambutnya.Namun lagi-lagi,ada kalanya ia juga ingin terlibat di dalam pertengkaran kecil Chanyeol dan Haena.

“Hei,aku sudah hampir menyelesaikan seluruh tugasku.” Jian membuka suara,raut kesalnya membuat Chanyeol dan Haena segera berhenti bercanda.Haena mendengus kearah Chanyeol,namun Chanyeol hanya tertawa dengan suara khasnya.

Chanyeol kembali duduk dengan posisi rapi di sebelah Jian.”Aku tahu maksudmu nona cantik.” Chanyeol mengacak rambut Jian,kemudian mengambil beberapa buku di depannya.

”Haena~ya,apa setelah ini kau langsung pulang?” setelah sejam berlalu,Chanyeol kembali berkicau.Haena hanya mengangguk,kemudian kembali fokus pada tugas di depannya.Chanyeol mengangguk,kemudian melirik Jian.”Jian~ah,aku akan di sini hingga malam,bagaimana?” Chanyeol memberi tatapan memelas,membuat Jian mengangguk.”Aku mengerti.Haena,kau tidak ingin bergabung?” tanya Jian.

Haena menggeleng.”Maaf aku tidak bisa.Kau tahu malam ini kakakku berangkat ke Jepang.Kurasa aku harus mengantarnya.”Haena terlihat sedikit kesal,membuat Chanyeol dan Jian mengangguk paham.”Lain kali saja.” Tambah haena.

Setelah menyelesaikan tugasnya,Haena segera bergegas pulang dari rumah Jian.Meninggalkan Chanyeol yang sudah terbaring pulas di sofa kamar Jian.

***

“Jiannie,menurutmu menyukai seseorang itu seperti apa?” Chanyeol memulai permbicaraan di tengah-tengah gurauan mereka.Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam,tapi keduanya masih saja tenggelam di dalam topik random yang mereka bicarakan.Ucapan Chanyeol itu jelas saja berbanding terbalik dengan apa yang mereka bicarakan sebelumnya.

Jian menatapnya kaget,kemudian memegang kening pria itu dengan heran.”Suhu badanmu normal.Apa yang salah?” Jian berbicara sendiri,membuat bibir Chanyeol terpaut,menandakan ia kesal.

“Aku serius,jian~ah.” Chanyeol memasang wajah super serius yang ia miliki.

Jian membenarkan posisi duduknya di sebelah chanyeol yang sedang bersandar di kaki ranjang,kemudian ikut bersandar di sebelahnya.”Kau..bukankah selama ini kau bilang bahwa menyukai seseorang itu berarti mengaguminya?kemudian ketika rasa kagum itu hilang,rasa suka itupun akan hilang.”

“Karena itu,aku bertanya padamu.Menurutmu,menyukai seseorang itu seperti apa?”ulangnya.

Jian tampak berfikir,sedikit khawatir.Ia sendiri tidak mengeti apa yang ia khawatirkan.

”Menyukai seseorang itu..menurutku seperti memiliki sebuah kamar.Tidak peduli kamar itu bagus atau tidak,rapi atau tidak,jika kau sudah menempati kamar itu dan kau merasa nyaman,kau akan merawat kamar itu.Kau tetap merasa kamarmu adalah tempat yang paling nyaman.”

Chanyeol memiringkan kepalanya,berusaha mencerna ucapan Jian.Ia menatap gadis itu,mengangguk pelan.”Jadi menurutmu jika aku merasa nyaman berada di dekat seseorang,tidak peduli apakah ia sempurna atau tidak,tidak pernah mengeluh terhadap penampilannya,apa berarti aku menyukai orang itu?”

“Tentu.” Jawab jian cepat.”Ah..tunggu.chanyeol~ah,kau menyukai seseorang?ss..s..siapa?”tenggorokan jian seperti tertusuk sesuatu yang tajam.Ia bahkan takut mendengar jawaban chanyeol.

“Aku tidak tahu aku benar-benar menyukainya atau tidak.Dia..orang yang selalu ada di sebelahku,bahkan saat ini dia berada di dekatku.”

DEG

“Jian~ah..”

“Ya?” jawab jian kaget.Ia shock.Sangat shock.

“Jika aku benar-benar menyukainya..bagaimana?”

Jian kehilangan kata-kata.Ia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa.

“Itu..kau harus menyatakan padanya..bukan?”Ketika itu Chanyeol kembali menatapnya,dan ia hanya bisa menunduk.

”Apa aku mengenalnya?”akhirnya Jian kembali memperlihatkan wajahnya setelah membiarkan keadaan hening hingga beberapa detik.Ia berusaha mengatur nafas agar tidak terlihat kacau di depan Chanyeol.

“Aah..itu..kurasa kau mengenalnya.”

Untuk kesekian kalinya,Jian menarik nafas perlahan.Kemudian perlahan tersenyum.”Kurasa wanita itu juga menyukaimu.”

***

Seminggu berlalu setelah hari dimana Chanyeol bertanya pada Jian tentang arti dari menyukai seseorang.Chanyeol masih terlihat seperti biasa,tidak ada yang berubah.Atau mungkin tidak ada yang benar-benar mengerti perubahan itu.

Hingga pada malam harinya,Chanyeol meminta jian untuk menunggunya di TwoSome cafe,membuat Jian semakin yakin dengan asumsinya.Jian yang sudah tiba 5 menit lebih cepat dari waktu yang sudah di sepakati segera mencari tempat duduk yang strategis,yaitu di sebelah miniatur air terjun yang berukuran satu meter.

Tak lama,Chanyeol tiba dan tidak butuh waktu lama baginya untuk menemukan di mana Jian.

“Apa aku telat?” Chanyeol segera duduk di depan jian,memasang wajah sedikit canggung.

Jian melirik jam tangan berliannya,kemudian tertawa.”Kau telat 8 menit.” Candanya.

Hening beberapa saat hingga chanyeol memulai pembicaraan.”Aku mengajakmu ke sini karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.Kau ingat pertanyaanku seminggu yang lalu?tentang menyukai seseorang.Orang itu..kau mengenalnya dengan sangat baik.”udara di sekitar mereka tiba-tiba terasa panas.Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal,hanya untuk sedikit membuatnya relax.

Jian terlihat ragu untuk berbicara,namun bibirnya tidak bisa di ajak kompromi.“Aku mengenalnya dengan sangat baik?apa orang itu..”

“iya.”

“ya?”

Chanyeol mengangguk.

Spontan wajah Jian memanas,membuatnya sedikit memerah.“Aku..juga.sepertinya aku juga menyukaimu,Chanyeol~ah.”

Jian tersenyum,senyum bahagia yang menutupi tatapan tidak percaya Chanyeol.

***

Sudah dua bulan berlalu,dua bulan sejak Chanyeol dan Jian resmi berpacaran.Haena awalnya kaget,sangat kaget.Namun pada akhirnya,iya menyadari perilaku manis Chanyeol terhadap Jian ternyata adalah bentuk rasa sukanya pada Jian,hanya saja mereka yang terlalu bodoh hingga tidak menyadari hal itu.

“Haena~ya.” Chanyeol melompat ke sebelahnya,kemudian mencubit pipinya pelan.”Kau terlihat lebih kurus.” Chanyeol meliriknya dari ujung kaki hingga ujung rambut.

“Benarkah?” Haena menatap pergelangan tangannya sendiri,mengira-ngira sekurus apakah ia sekarang.”Tidak chanyeol~ah,tanganku masih sama seperti sebelumnya.”

“Pipimu tidak se-chubby dulu.” Ucap chanyeol skeptis.Jian meraba pipinya,kemudian melirik Chanyeol seraya tersenyum.

“Kau kesal karena tidak bisa mencubitku lagi?” Haena terkekeh,membuat Chanyeol tersenyum tipis.Tentu Haena tahu apa yang ada di pikiran Chanyeol.

”Tentu saja.Kau harus menambah berat badanmu segera,mengerti?”

“Tidak mau.” Haena menjulurkan lidah,kemudian membuka pintu kamar Jian.Chanyeol mengikuti di belakangnya,dengan beberapa kantong plastik di tangannya.

Tak lama,Jian masuk dan membawa beberapa piring serta gelas.Setelah itu,ia duduk untuk menuangkan jus ke dalam tiga gelas berukuran sedang itu.

“Apa tidak aneh jika aku ikut menonton?aku seperti pengganggu saja.” Ucapnya lesu ketika melihat chanyeol yang sedang membuka beberapa bungkus makanan dan Jian yang masih berkutat dengan jus.Mereka terlihat serasi,hingga membuat Haena susah bernafas.Ia tahu Jian begitu menyukai Chanyeol.Dan ia rasa,begitu pula sebaliknya.

Jian yang sedang menuangkan jus ke dalam gelas terakhir, menatapnya dengan senyum,kemudian tertawa kecil.”Tentu saja tidak,Haena~ah.kita sudah seperti ini selama 10 tahun,apa yang aneh?”

“Kita tidak akan menonton film horror,jadi tidak ada alasan untukmu pulang.Dan juga,aku akan mengantarmu pulang,kau tidak perlu khawatir nona penakut.” Ejek Chanyeol,membuat Jian tertawa.Mendengar itu,Haena mendengus dan menggeleng.”bukan itu..tapi..”

“Sudahlah,ayo kita makan dan menonton.”Chanyeol membuang beberapa bungkus plastik kosong ke tong sampah kemudian bergegas menyalakan televisi.

“Aku membeli film bergenre friendship,walaupun alurnya ‘flat’,tapi aku tahu kalian menyukainya.” Chanyeol tersenyum dan mulai memutar dvd itu.Tidak,sebenernya jian juga tidak terlalu suka genre friendship.

Selama film di putar,Haena melirik jian beberapa kali.Gadis itu terlihat senang berada di dekat Chanyeol.Dan semenjak mereka berpacaran,Chanyeol menjadi sedikit berubah.Ia tahu Chanyeol berusaha untuk tetap terlihat sama,namun itu bukan Chanyeol yang ia kenal.Chanyeol yang ia kenal adalah chanyeol yang selalu menjahilinya,mencubit pipinya,memberikan jitakan di dahinya,dan melakukan hal-hal menjengkelkan lainnya.Bukan Chanyeol yang menatapnya dengan tatapan aneh,bukan Chanyeol yang terkadang over protective,bukan Chanyeol yang hanya bercanda sekedarnya.Apa karena ia sudah bersama Jian?ah tentu,memang sudah sepantasnya Chanyeol memusatkan perhatiannya pada Jian bukan?atau..itu hanya perasaan Haena yang perlahan mulai kehilangan sosok Chanyeol?

“Haena~ya,kau..melamun?” suara berat Chanyeol mengagetkannya.Dengan cepat Haena tertawa garing dan kembali melahap snack kentang di depannya.

Chanyeol menarik nafas dan berusaha kembali fokus pada layar televisi.

***

Semakin hari,Chanyeol menyadari bahwa haena semakin berubah.Ia bukan lagi Haena yang bisa menjadi korban kejahilannya,bukan lagi Haena yang ceria dan hobi menjulurkan lidah.bahkan ketika Chanyeol mengajaknya menonton atau hal-hal ringan yang biasa mereka lakukan dulu,Haena selalu mengelak.

“Aku sedang sibuk.”

“Aku sudah ada janji.”

“Eomma memintaku untuk pulang cepat.”

Dan alasan-alasan lainnya.

“Apa kau merasa bahwa haena sedikit berubah?” tanya Chanyeol pada Jian suatu hari di taman kampus.Jian hanya mengangkat bahunya,dan menggeleng ragu.

“Entahlah,apa dia merasa buruk terhadap hubungan kita?”tanya Jian pelan,membuat Chanyeol menatapnya bingung.Berbagai pertanyaan sudah bersarang di otak Chanyeol sejak lama,namun ia tidak tahu harus menanyakan pertanyaan yang mana terlebih dahulu.

Seakan yakin bahwa Chanyeol hendak mengeluarkan pertanyaan,jian dengan cepat melanjutkan.“Bisa jadi kan?bisa saja dia tidak suka Chanyeolnya menjadi milikku.Sesuatu yang sudah kami miliki bersama,akhirnya hanya menjadi milikku.Mungkin itu..”

“Tidak..Haena tidak seperti itu.”potong Chanyeol.”Aku masih seperti yang dulu,aku bukan milik siapapun,aku masih berada di pihak Haena seperti aku berada di pihakmu.Tidak mungkin itu alasannya.Mungkin saja Haena di dalam masalah,namun ia tidak tahu harus bercerita kepada siapa,kan?”

“tidak,kau sepenuhnya di pihakku Chanyeol.Kau mungkin tidak sadar,tapi kau sudah melakukannya.Jika aku menjadi Haena,aku juga akan melakkukan hal yang sama.”

Chanyeol terdiam.Ada rasa sakit di ujung sana,di ujung hatinya.Ia tahu seharusnya ia tidak seperti ini.Jika saja hari itu..jika saja hari itu tidak ada,mungkin hingga sekarang mereka masih baik-baik saja.

Chanyeol beranjak,membuat jian ikut berdiri di sebelahnya.”Aku harus berbicara dengan haena.” Ujarnya singkat,kemudian melanjutkan langkahnya.

***

“Aku sibuk chanyeol~ah,lain kali saja.”

“Lain kali,kapan?dalam minggu ini bahkan kau terus saja berkata sibuk.Sesibuk apa?apa yang kau kerjakan?haena,aku ingin bicara.Jangan berbohong untuk kali ini.” Itu adalah yang kesekian kalinya haena berkata sibuk,hingga akhirnya chanyeol memenangkan argumen.Membuat Haena mengikuti kemauannya.

Haena mengajak chanyeol masuk ke rumahnya,kemudian menuju ke belakang.Mereka duduk di pondok kecil,tepat di tepi kolam berenang.Beberapa kali haena bergumam,tapi Chanyeol hanya menatapnya datar,yang akhirnya membuat Haena hanya bisa diam menunggu Chanyeol berbicara.

“Apa kau mempunyai masalah?”Pertanyaan pertama dari Chanyeol,dan hanya di jawab dengan gelengan dari haena.

Chanyeol menarik nafas.Ia menyentuh tangan Haena,menggenggamnya erat.”Masalah apapun itu,kau bisa cerita padaku.Aku,aku adalah Chanyeol yang dulu.Tidak ada yang perlu kau khawatirkan,tidak ada yang berubah.Dan kau..juga tidak boleh berubah.”Chanyeol menatapnya lekat,membuat mata Haena berair.Ia tidak tahu bagaimana cara mengatakannya,bahkan bagaimana memulainya.

“Aku tidak tau apa yang sedang kau rasakan.Jian mengira kau mungkin saja terganggu dengan hubungan kami,jika memang itu alasannya aku minta maaf.”

Haena menggeleng,berusaha menyisipkan senyum meskipun sangat tipis.nyaris tak terlihat.”Tidak,kau tidak perlu minta maaf.Aku tidak terganggu,sungguh.Hanya saja kita sudah dewasa,sudah saatnya mandiri bukan?dan..aku tidak berubah,asal kau tahu.” Kali ini haena benar-benar bekerja keras untuk menampilkan senyum lebar.

Sayangnya,senyuman itu sia-sia.Karena beberapa detik kemudian,senyum itu menghilang,berganti dengan raut gusar.

“Itu bukan alasan.Mandiri bukan berarti sendiri.Ayolah,katakan apa yang membuatmu berubah.Bahkan jika kau katakan kau tidak berubah,aku tidak akan percaya.Aku mengetahui sifatmu.Kau ceria,nyaris tidak pernah menangis,tidak pernah mengeluh,kau hanya akan marah jika aku menjahilimu,kau bukanlah orang yang akan menjauh jika tidak menyukai suatu hal,kau..”Chanyeol behenti ketika setetes butiran bening jatuh begitu saja dari mata haena.

“Haena~ya..” satu kata itu,panggilan itu,cukup membuat Haena menangis sejadi-jadinya.Ia kehilangan kekuatan untuk tidak menangis.Kekuatannya runtuh seketika.

Secepat mungkin,Chanyeol memeluknya,memeluk Haena.Sahabatnya.

“Aku menyayangimu Haena,Jian menyayangimu,kami menyayangimu.”

“Tapi kau mencintainya.”

………..

Pria itu mematung.Nafasnya seakan terputus.Tangannya yang sedari tadi mengelus punggung Haena,berhenti di bahunya.Untuk beberapa saat ia tidak tahu harus mengatakan apa.

“a..apa..aku salah jika….mencintainya?” Chanyeol masih mendekap Haena,menunggu gadis itu siap untuk di lepaskan.

Haena mulai berhenti menangis,Chanyeol dapat mendengarnya.Perlahan gadis itu menjauh,kemudian mengusap kedua matanya.”tidak..tidak ada yang salah.Kau benar,karena jian juga mencintaimu bukan?kau telah membuatnya bahagia.”lagi lagi,Haena hanya bisa menampilkan senyum palsu.

Chanyeol menarik nafas panjang,sangat panjang hingga sebuah kalimat yang tertahan di hatinya selama ini dapat keluar.

“Meski aku berusaha,pada akhirnya di antara kita,hanya Jian yang bahagia.”

Haena menatap Chanyeol heran.Tatapannya jelas menunjukkan bahwa ia ingin Chanyeol melanjutkan perkataannya.

“Aku berusaha mencintainya,tapi gagal.”Chanyeol menghela nafas pelan.”Aku tidak bisa.”

Haena masih terdiam,menatap tiap senti dari wajah Chanyeol.Wajah itu benar-benar menggambarkan penyesalan.Dan Haena tau hal yang ia bisa lakukan sekarang adalah menunggu pria itu memperjelas segalanya.

“Aku masih mencoba,tapi aku tidak bisa terus mencoba ketika aku tahu,aku tidak akan pernah bisa.”

“Chanyeol…”

“Bukan dia,sebenarnya bukan dia.Tapi..aku tidak tega mengatakan padanya…”Chanyeol menghela nafas berat untuk kesekian kalinya.Ada sinar yang redup dari matanya yang selama ini selalu bersinar.Ia menunduk untuk menghilangkan semua keraguan yang sempat datang untuk sesaat,kemudian melanjutkan.“Malam itu,ia terlihat begitu bahagia.Karena yang aku lihat hanya dia yang bahagia,bukan orang lain yang menangis,karena itu aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.”

………….

Samar-samar,isakan Haena kembali terdengar.Suara itu seakan menjadi jawaban bahwa ia sudah cukup paham dengan situasi hati Chanyeol.

“Tapi sekarang,aku melihat orang lain itu menangis,tepat di depanku.Aku harus bagaimana?”

Haena terhenyak.Ia membulatkan matanya,masih tidak percaya sekaligus tidak mengerti ucapan Chanyeol yang satu itu.

“Malam itu..kau menerima pesanku kan?itu kau.Orang itu kau.Orang yang aku cintai..adalah orang yang menerima pesan untuk menungguku di di depan rumahnya.”

Airmata Haena kembali jatuh.Ia benar-benar bingung.Semuanya terasa berat.Hatinya,pikirannya,batinnya,semuanya.Hingga yang ia tahu,pada akhirnya ia bersandar di pelukan chanyeol.

***

Chanyeol~ah,aku minta maaf karena menghilang begitu saja.Sebenarnya aku tidak menghilang,aku tidak bisa menghilang kecuali jiga aku hantu,bukan?Aku hanya pergi,karena aku tahu itu yang terbaik.Bukan,bukan karena aku tidak menyayangimu dan Jian.Aku begitu menyanyangi kalian,lebih dari apapun.Aku menyayangi Jian,seperti adikku sendiri.Aku menyayangimu..bahkan mencintaimu.Karena itu aku pergi.Walau aku ingin tetap tinggal,tapi kurasa aku tidak bisa.

Kau sudah memulainya dengan Jian,semua akan baik jika aku juga dapat menemukan orang lain bukan?Jangan sia-siakan Jian.Ia begitu mencintaimu,menyayangimu,bahkan lebih dari dirinya sendiri.Sebenarnya ini rahasia,tapi dulu..saat kami bertemu denganmu,kami menyukaimu.Namun setelah kita berteman,aku dan Jian membuat janji untuk melupakan perasaan itu karena kita sahabat.Aku kira itu berjalan baik,karena saat itu kami masih sangat kecil.tapi ternyata,aku dan Jian sama-sama gagal.gagal untuk melupakan perasaan itu.Kurasa itu karena kau begitu berharga bagi kami,karena itu kami gagal.

Mungkin kita akan sulit bertemu.Aku hanya berharap kau dan jian bahagia.Kau pasti bisa Chanyeol,kau bisa membuat Jian dan dirimu sendiri bahagia.Kau harus berjanji.

Menyukai seseorang itu seperti ketika kau memiliki rumah.Meskipun pada awalnya kau tidak suka,kau hanya berusaha tinggal,tapi pada akhirnya itulah tempat tinggalmu.Tempat dimana kau bisa membangun hidupmu.

Kau tahu,aku bahagia karena tidak ada lagi yang akan mencubit pipiku,menjitak dahiku dan membuatku kesal.Aku bahagia😀 Aku..mencintaimu.Sampai kapanpun.

-Jung Haena

“Chanyeol~ya” dengan cepat Chanyeol mengimpan surat itu ke dalam saku jaketnya ketika jian tiba-tiba masuk ke kelasnya.”apa benar Haena melanjutkan sekolahnya di inggris?ya tuhan anak itu,bahkan ia hanya meninggalkan surat untukku.” Wajah Jian jelas terlihat khawatir,kesal,dan menyesal.

Chanyeol hanya bisa mengangguk.Ia memandangi wajah Jian dengan wajah datar,kemudian memeluknya.

“Maaf jian,tapi bukan kau.Sampai kapanpun,tetap bukan kau…”

 

END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s